Apa sih Hukumnya Berhubungan Intim Saat Haid Menurut Islam?

Berhubungan intim saat istri sedang haid merupakan perbuatan yang dilarang dalam islam. Lalu bagaimana hukumnya? Tentu perbuatan ini hukumnya haram dalam islam.

suami harus memiliki rasa pengertian yang didasari ilmu agar tidak terjadi kesalahpahaman yang fatal. Hal ini karena jima (berhubungan intim) dengan wanita haid hukumnya adalah HARAM.

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai haram di sini termasuk dosa besar atau dosa kecil. Menurut ulama mazhab syafi’i yang dikutip dari bincangsyari’ah,com, berhubungan intim saat haid itu termasuk dosa besar, sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Hasyiah al-‘Abbadi yang artinya :

قَالَ فِي الْعُبَابِ وَالْوَطْءُ مِنْ عَامِدٍ عَالِمٍ مُخْتَارٍ كَبِيرَةٌ يَكْفُرُ مُسْتَحِلُّهُ

penulis kitab al-Ubab mengatakan, menjimak (istri yang sedang haid) dengan sengaja, mengetahui (keharamannya), dan kehendak sendiri itu termasuk dosa besar, dan yang menganggapnya halal itu dapat menjadi kafir.

Mereka bertanaya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Alloh kepadamu. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S Al-Baqoroh : 222)

Maksud perintah “Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid” pada ayat tersebut adalah larangan menyetubuhi wanita di waktu haid.

Telah kita ketahui bahwa agama islam itu tidak menyulitkan hambaNya. Bagi suami yang sudah tidak tahan berhubungan intim dengan istri, padahal istrinya sedang haid, maka ulama mazhab syafi’i memberi solusi dalam kitab Hasyiah al-‘Abbadi;

لَوْ خَافَ الزِّنَا إنْ لَمْ يَطَأْ لْحَائِضَ بِأَنْ تَعَيَّنَ وَطْؤُهَا لِدَفْعِهِ جَازَ لِأَنَّهُ يَرْتَكِبُ أَخَفَّ الْمَفْسَدَتَيْنِ لِدَفْعِ أَشَدِّهِمَا بَلْ يَنْبَغِي وُجُوبُهُ وَقِيَاسُ ذَلِكَ حِلُّ اسْتِمْنَائِهِ بِيَدِهِ تَعَيَّنَ لِدَفْعِ الزِّنَا

Artinya:
Seandainya suami takut melakukan zina apabila tidak bisa menggauli istrinya yang sedang haid, yang mana tidak ada pilihan lain selain menggaulinya, maka hal tersebut boleh. Hal ini karena menimbang mafsadat terberat. Bahkan, menjimak istri yang haid dalam keadaan di atas akan menjadi wajib. Selain itu, onani dengan menggunakan tangan sendiri itu juga halal untuk menghindari zina.

Perlu digarisbawahi, meski Syekh Nawawi membolehkan berhubungan intim pada saat istri sedang haid, tapi ia memberi persyaratan yang sangat ketat, yaitu dalam kondisi yang benar-benar darurat: tidak ada alternatif lain kecuali bersenggama untuk menghindar dari zina. Selama alternatif lain tersebut masih ada, maka sepantasnya tidak melakukan persetubuhan, karena termasuk dosa.

Lalu bagaimana hukumnya jika menggunakan kondom? Sekalipun menggunakan kondom saat berhubungan intim, berhubungan intim saat istri sedang haid tetap haram dan termasuk dosa besar.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur melakukan?

Sebuah fatwa dari Syekh Dr.Ali Jumah salah seorang mufti di Mesir menyebutkan bahwa sejatinya bagi seorang istri berhak menolak bahkan wajib tidak mentaati suaminya yang menginginkan berhubungan intim saat ia sedang haid atau nifas. Karena tidak ada ketaatan kepada suami dalam hal kemaksiatan kepada Alloh SWT.

Jika mereka tetap melanggar aturan agama tersebut, maka wajib keduanya untuk bertaubat. Yaitu dengan cara menyesali perbuatan yang telah mereka lakukan, serta bertekad untuk tidak mengulanginya. Meminta ampun lah kepada Alloh swt dengan beristigfar, perbanyak ibadah dan melakukan kebaikan-kebaikan.

Perlu Anda ketahui, selain dilarang dalam agama, berhubungan intim saat istri sedang haid juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi keduanya. Seperti yang dijelaskan dalam bahaya dampak negatif dari berhubungan intim bagi kesehatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *